简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Kerja Sama Strategis AMD–Meta Menjadi Pemantik Sentimen Bullish Pasar Saham
Ikhtisar:Kerja sama strategis antara AMD dan Meta kembali menjadi katalis positif bagi aset berisiko. Empat indeks utama saham AS ditutup menguat, mencerminkan peningkatan risk appetite yang sekaligus menekan
Kerja sama strategis antara AMD dan Meta kembali menjadi katalis positif bagi aset berisiko. Empat indeks utama saham AS ditutup menguat, mencerminkan peningkatan risk appetite yang sekaligus menekan pergerakan emas.
Emas dan perak menunjukkan pergerakan yang beragam. Harga emas turun 0,94% dan ditutup di USD 55.176,71 per ons, sementara perak naik 0,70% ke USD 87,18 per ons.
(Gambar 1: Peta sektor S&P 500 – saham teknologi memimpin penguatan; Sumber: FINVIZ)Detail Kerja Sama AMD–Meta: Lindung Nilai Strategis Bernilai Besar
AMD dan Meta mengumumkan kemitraan strategis selama lima tahun, di mana Meta akan mengimplementasikan GPU AMD dengan kapasitas total 6GW. Sebagai kompensasi, AMD akan memberikan hingga 160 juta waran berbasis kinerja (sekitar 10% kepemilikan), yang akan vesting secara bertahap sesuai penyelesaian implementasi dan pencapaian target harga saham.
Secara sederhana, Meta berkomitmen membeli chip dalam jumlah besar dari AMD, sementara AMD memberikan Meta peluang menjadi pemegang saham utama.
Skema ini dapat dipandang sebagai strategi hedging belanja modal. Jika Meta menginvestasikan USD 100 miliar untuk perangkat keras dan harga saham AMD naik ke USD 600, maka nilai kepemilikan 10% tersebut dapat mencapai USD 96 miliar. Secara teoritis, Meta hampir “mengompensasi” biaya 6GW kapasitas komputasi tersebut melalui apresiasi saham.
Setelah AMD mengirimkan 1GW pertama, batch pertama waran akan dibuka. Vesting selanjutnya terjadi secara bertahap hingga total implementasi mencapai 6GW.
Bagi pemegang saham AMD saat ini, dilusi 10% tergolong signifikan. Namun, jika dilusi tersebut menghasilkan kenaikan harga saham hingga tiga kali lipat dan meningkatkan kapitalisasi pasar lebih dari USD 600 miliar, mayoritas investor kemungkinan akan menerimanya sebagai trade-off strategis.
Goldman Sachs menilai bahwa melalui potensi dilusi saham di masa depan, AMD berhasil memperoleh kepastian pesanan (order visibility) dari Meta serta penguatan pangsa pasar. Pengiriman awal diperkirakan dimulai pada paruh kedua 2026. AMD juga menandatangani perjanjian serupa dengan OpenAI pada akhir 2025.
Meskipun narasi AI di pasar sempat diwarnai volatilitas, saham AMD melonjak 8% pada penutupan perdagangan. Sebaliknya, saham Meta hanya naik tipis 0,32%, menunjukkan investor lebih agresif merespons potensi pertumbuhan AMD. Secara umum, pasar masih percaya bahwa ekspansi kapasitas AI akan meningkatkan produktivitas jangka panjang.
Dampak Makro AI terhadap Emas: Inflasi vs Deflasi
Dari perspektif makro, ekspansi infrastruktur AI mendorong pembangunan pusat data dan klaster komputasi berskala besar. Hal ini meningkatkan permintaan energi dan perangkat keras, sehingga memiliki karakteristik inflasioner yang kuat.
Namun dari sisi tenaga kerja, penetrasi AI memicu kekhawatiran substitusi pekerjaan dan potensi kenaikan tingkat pengangguran. Kondisi ini memunculkan risiko perlambatan ekonomi jangka panjang, sehingga pasar obligasi mulai memperhitungkan siklus pemangkasan suku bunga yang lebih panjang oleh The Fed. Fenomena ini mencerminkan tekanan deflasioner.
Kesenjangan Ekspektasi Pasar dan The Fed
(Gambar 2: Kurva suku bunga SOFR; Sumber: Chatham)
Terdapat perbedaan ekspektasi yang signifikan antara pasar dan Federal Reserve. Walaupun proyeksi suku bunga pejabat The Fed masih relatif tinggi, kurva SOFR yang diperdagangkan pasar (garis biru) telah menurun tajam, mengindikasikan ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada 2026–2027.
Secara teknikal, kurva menyentuh titik terendah di sekitar 3,0% pada 2027 sebelum perlahan naik kembali, menunjukkan proses flattening di mana suku bunga jangka pendek semakin mendekati suku bunga jangka panjang.
Investor menggunakan opsi SOFR sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko resesi, terutama di tengah kekhawatiran bahwa disrupsi AI dapat memicu kenaikan pengangguran atau perlambatan pertumbuhan, sehingga memaksa The Fed memangkas suku bunga lebih cepat dari proyeksi resmi.
Analisis Teknikal Emas

Secara teknikal, Bollinger Bands masih membuka ke bawah, mengindikasikan fase koreksi.
Pada sesi AS kemarin, emas melanjutkan tekanan turun dan menyentuh support pertama di 5.091 sebelum rebound. Harga berhasil menembus garis tengah Bollinger dan pada sesi Asia hari ini menyentuh upper band. Hal ini membuka potensi pergerakan sideways di area atas dalam jangka pendek.
Secara keseluruhan, probabilitas konsolidasi intraday relatif tinggi. Strategi jangka pendek dapat mempertimbangkan posisi short saat harga menyentuh upper band, dengan konfirmasi pola bearish engulfing pada timeframe 1 jam. Target profit berada di area lower band untuk strategi very short-term.
Disclaimer Risiko
Pandangan, analisis, penelitian, harga, atau data lainnya dalam laporan ini bersifat komentar pasar umum dan tidak merepresentasikan posisi resmi platform mana pun. Setiap pembaca bertanggung jawab penuh atas keputusan investasinya sendiri. Harap bertransaksi dengan bijak dan mempertimbangkan manajemen risiko secara ketat.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
